Posted on Leave a comment

Berdamai dengan Gadget

Rovolusi industry 4.0 cepat atau lambat akan sangat mempengaruhi dunia pendidikan. Kecanggihan teknologi dari waktu ke waktu semakain berkembang kearah yang lebih modern dan lebih canggih. Apalagi pada generasi muda jaman sekarang, bukan  suatu hal yang baru kalau anak remaja mempunyai gadget seperti smartphone dan komputer tablet seperti ios, windows, ataupun  android. Saat ini gadget dikalangan remaja tidak hanya digunakan sebagai media komunikasi saja, gadget dikalangan remaja sudah mejadi alat multi fungsi. Hampir disemua lini kehidupan  banyak menggunakan gadget sebagai alat bantu.

Kamera salah satunya dapat dimanfaatkan oleh para pengguna gadget untuk mengabadikan moment – moment pribadinya, selain itu fasilitas sosial media juga menjadi daya tarik tersendiri bagi para remaja untuk bersosialisasi ataupun menunjukan kreatifitas yang mereka punya.

Hampir semua anak remaja sudah memiliki gadget. Kebanyakan siswa yang memiliki gadget selalu membawa gadget mereka ke sekolah. Menyikapi hal ini tak jarang mereka menggunakan gadget selama jam sekolah. Manfaat dari gadget sendiri bermacam-macam selain untuk menelpon, bisa juga  untuk menghitung, mengakses internet, mengirim pesan, bermain games, dan jejaring sosial terbuka seperti facebook atau twitter.

Efek yang kurang menguntungkan adalah kecanduan gadget. Tanda-tanda seorang remaja sudah kecanduan gadget yaitu apabila  penggunan gadget dalam sehari bisa lebih dari 6-8 jam bahkan lebih dalam, dampak lain dapat mengubah perilaku anak menjadi individualisme yaitu lebih senang bermain dengan ponsel daripada bermain dengan lingkungan sekitar. Kecanduan gadget juga dapat berdampak pada kesehatan yang membuat aktivitas fisik mulai menurun sehingga meminimalisir pergerakan, bahkan cenderung tidak bergerak saat memegang ponsel.

Menurut statistik lembaga riset pemasaran digital perkiraan e-marketer pada 2018 jumlah pengguna aktif smartphone di Indonesia lebih dari 100 juta orang. Dengan jumlah itu. Indonesia akan menjadi negara dengan pengguna smartphone terbesar keempat yang aktif di dunia setelah China, India, dan Amerika. Indonesia tidak jauh berbeda dengan India. Penetrasi internet di Indonesia pada 2014 menurut statistik live internet, berada pada kisaran 17% dan persentase penduduk Indonesia yang melakukan pembelian online baru sekitar 16%. gadget. Jangan jadikan gadget sebagai musuh dalam dunia pendidikan, cepat atau lambat dunia kita dipaksa untuk menyukai gadget, jadi kenapa tidak kita siapkan saja kurikulum berbasis gadget.

Sebenarnya hal ini bukanlah hal baru lagi untuk daerah perkotaan, karena berbagai kemudahan yang kita jumpai. Dunia tranportasi ada go jek dengan berbagai jenis layanan, grab juga tidak jauh beda dngan gojek.semakin banyak pilihan makin memudahkan kita dalam memilih. Dunia  kuliner kita kenal go food yang memudahkan kita untuk memesan makanan tanpa perlu keluar rumah. Keperluan wisata dan akomodasi juga banyak fasilitas dari internet semacam tiket.com, pegi-pegi yuk, Mr. Aladin dan lain- lain. Dunia belanja juga diramaiakan dengan aneka market place yang banyak memberikan banyak kemudahan baik layanan maupun sistem pembayarannya.

Yang paling baru untuk dunia edukasi adalah ruang guru.com. yang menawarkan kemudahan dibidang edukasi online. Aplikasi berbayar ini sangat mendorong perkembangan dunia pendidikan apalagi dengan pengguna yang tiap hari bertambah secara signifikan.

Bercermin dari beberapa hal diatas cepat atau lambat dunia pendidikan pun akan dipaksa berkiblat pada teknologi yang berbasis android, ios ataupun windows. Dengan adanya raport online ikut serta mempercepat kemajuan teknologi pada dunia pendidikan.  Maka tidak semestinya kita melawan gadget di sekolah. Bukan lagi jamanya dilarang membawa gadget ke sekolah. Justru sebaliknya siswa kita anjurkan membawa android untuk menunjang kegiatan belajar mereka tentu saja dengan beberapa syarat dan ketentuan, disini peran serta guru yang akan mengambil andil besar dalam pembatasan penggunaan android di sekolah. Untuk memaksimalkan penggunaanya selain untuk akses raport online yang saat ini terbatas penggunaaanya pada sekolah tertentu, CBT (Computer Based Test) .

Beberapa contojh kegiatan pembelajaran yang dapat menggunakan gadget, misalnya untuk pelajaran seni guru tidak perlu membawa semua perlengkapan lukisnya ke sekolah melainkan cukup memberikan link kepada anak didiknya untuk membuka situs yang dimaksud. Jadi siswa tingal menyalin linknya dan belajar melalui situ tersebut. Sementara untuk kegiatan praktek tidak harus dilakukan disekolah. Peserta didik bisa melakukanya di rumah dan mendokumentasikan kegiatannya, lalu mengirimkan hasil rekaman video kegiatannya melalui email atauan what up untuk dinilai gurunya di sekolah. Sangat sederhana dengan begini siswa tidak perlu terlalu lama di sekolah dan bisa mengerjakan tugasnya dengan waktu yang dapat menyesuaikan dengan dirinya.

Secara tidak langsung penggunaan android akan mengurangi beban guru di dalam KBM tapi disisi lain gadget akan berpotensi mengurangi jumlah pekerjaan guru yang pada akhirnya berujung pada pengurangan tenaga manusia, karena semua telah mampu di tangani oleh komputer. Contohnya sekarang koreksi tidak lagi manual melainkan langsung memakai mesin scanner dan langsung keluar nilai hasil ulangannya.

Jangan jadikan gadget sebagai musuh dalam dunia pendidikan, cepat atau lambat dunia kita dipaksa untuk menyukai gadget, jadi kenapa tidak kita siapkan saja kurikulum berbasis gadget. Semoga semua inovasi buatan manusia yang bernama gadget dapat membawa kebaikan buat semua. Tidak ada alasan untuk menghindarinya. Lebih baik kita berdamai dengan menguasai dan mengekplorasi sesuai dengan bakat dan keinginan kita sebagai manusia yang berakal.

Posted on Leave a comment

Rindu Ayah

Kata orang antara benci dan cinta beda tipis. Tapi bagaimana aku bisa membedakannya, masih sulit meskipun aku pernah mengalami keduanya.

Aku adalah Artya seorang anak kelas tujuh yang sangat menyukai seni lukis. Namaku adalah pemberian Ayah yang diambil dari kata art sehingga nama lengkapku sekarang adalah Artya Sudirja . Nama belakang adalah nama ayahku yang merupakan keturunan orang Jogya, sedangkan ibuku asli Surabaya.

Aku dulu berpikir bahwa ayahku adalah kekasihku. Aku belum paham secara pasti apa itu kekasih dan bagi anak kelas lima Sekolah Dasar kekasih adalah orang yang selalu siap sedia saat kita membutuhkan. Nah itulah ayahku, sepanjang yang kutahu saat itu. Ayah selalu ada saat kubutuhkan. Ayahlah yang merangkaikan bunga untuk dipakaikan di kepalaku, ayah pula yang mengajarkanku naik sepeda, ayah pula yang mengajariku ilmu bela diri agar aku tidak digoda oleh teman-temanku yang jail.

Aku masih ingat kenangan malam itu, betapa hancur hati ibu dan aku saat Ayah berpamitan hendak meninggalkan kami, waktu itu usiaku hampir 12  tahun. Malam itu ayah pamit akan pergi dalam jangka waktu yang lama. Aku bilang aku ingin menemani tapi ayah tidak mengijinkan kami serta. Saat kutanya ayah kemana, ayah hanya diam. Saat kutanya siapa yang akan melindungiku, ayah cuma menjawab singkat, Allah yang akan melindungiku.

Kulihat sorot mata ayah sangat yakin, seyakin saat aku mengalami kegagalan dan terjatuh dari sepedaku tapi ayah meyakinkanku aku akan segera bisa mengayu sepedaku sendiri.

“Ayah jangan pergi malam ini, kami membutuhkanmu Ayah.” Kataku mencoba merubah keputusan ayah.

“Ibu, tolong bilang Ayah. Jangan biarkan ayah pergi.” Kulihat ibu cuma menangis disudut ruangan tanpa mampu berbicara.

Kutahu ibu terluka, hingga tak mampu berbicara. Yang kutahu saat itu air matanya berlinang, namun tidak dapat berbuat banyak. Dengan terpaksa kami melepas kepergian ayah.

Itulah pertemuan terakhir dengan ayahku tercinta Arya Sudirja, seorang dokter spesialis bedah yang memilih mengabdikan dirinya pergi ke Suriah yang terletak di Timur Tengah dalam misi kemanusiaan.

Posted on Leave a comment

Perjalanan

 

www.cortyardsacramento.com

Aku jadi teringat perjalanan dua tahun  sebelumnya. Washington, November 2016. The Capitol menjulang angkuh. Entah kenapa saat ini aku malas untuk mengunjungi ataupun sekedar melihat-lihat kantor kongres Amerika atau lebih lengkapnya U.S Capitol, gedung yang bangunan atasnya menyerupai kuba masjid di daerahku.  Namun  tidak menggerakkan keinginantahuanku sedikitpun . Meski kagum melihat bangunan luarnya tapi tidak ada keinginan untuk menjelajahnya, entahlah.

Sesaat setelah memasuki gedung segera mendaftar untuk mendapatkan tour guide yang  benar-benar nampak professional di depanku, namun semua ini tetap  tak membuatku tertarik sedikitpun. Entahlah aku yang biasanya penasaran akan segalanya hari ini sepertinya buntu. Bahkan gedung ini telah membuatku penasaran sejak membaca buku tentang parlemen Unite State saat  dibangku SMP.

Padahal kunjungan ke Capitol sudah terencana sebelumnya, jadi aku memaksakan berangkat hari ini, karena besok di hari minggu Capitol tutup.  Sementara hari Senin tugasku sudah terjadwal. Tak kupedulikan suhu udara yang mencapai 13,3 derajat Celcius, juga jet lag yang masih membekas.

Tiba-tiba lapar diperutku semakin menjadi. Padahal sebelum berangkat tadi sudah sarapan menu yang disiapkan hotel tempatku menginap. Menu hot sandwiches ditambah yogurt tidaklah cukup bagiku yang terbiasa sarapan dengan nasi pecel ataupun tiwul bikinan si mbok yang lezat. Rupanya hawa dingin ini mampu melayangkan kangenku akan tiwul yang beruap karena disajikan hangat.

Untunglah didalam gedung juga  tersedia restoran yang akan memuaskan wisata kuliner para wisatawan. Tidak jauh dari toko Gift Shops untuk membeli beberapa souvenir. Pengunjung tentu akan sangat puas bukan hanya karena mendapat wawasan lebih banyak, melainkan juga mendapatkan pemandangan yang luar biasa khusus saat berada di dalam dengan interior rapi dan cantik. Namun tidak bagiku. Kupandangi menu yang ditawarkan, beberapa tidak asing.

Tanpa kusadari dari arah belakang seorang wanita berhidung mancung dan berambut blonde menyapaku dengan akrab.

“ Welcome to the Capitol.” Sapanya hangat dibarengi senyum, nampak  lesung pipinya. Jujur aku bingung uluran tangannya membuatku ragu. Akankah kusambut yang artinya aku melupakan nasihat ibu atau kuabaikan saja yang mungkin saja akan membuatnya kecewa.

Aku adalah Ahmad Arsy, pemuda yang berasal dari pelosok desa didaerah Jawa, karena nasib saja aku akhirnya bisa mengunjungi The Capitol House. Beasiswa untuk mahasiswa sepertiku yang akhirnya bisa membawaku kesini.

#Belajar menulis Fiksi

Posted on Leave a comment

Salam Untuk Bumi

Malam ini, aku terduduk sendiri

Meratapi apa yang aku pun tak tahu pasti

Bagaimana saudaraku nun jauh disana

Sayup membayang suara teriakan bersahutan

Entah siapa yang mereka tangisi

diri mereka, alam ini, atau sekedar

tangisan dan ratapan dari kesadaran yang tersisa

Diantara pongah pada bumi tercinta

Yang kutahu aku sendiri dalam gelap

Meratap bumiku yang terbelah

Jiwa  merana namun bumi sudah lelah

Menahan sakit karena lalai

Terlalu sering aku mengabaikanMu ya robb

Namun hari ini aku merintih

Menanti uluran tanganMu yang tak lelah

Masih pantaskah aku meratap

Saat uluran tanganmu tak pernah ku sambut

Masih pantaskah?

Saat seruanMu tak lagi aku hiraukan

Salamku untuk bumi, maafkan aku

gambar www.bnpb.go.id

 

Posted on Leave a comment

Bebek Kacong masakan khas Madura

Bebek Kacong merupakan gerai kuliner dengan menu bebek sebagai menu andalannya. Masakan yang disajikan  merujuk pada masakan Madura yang khas kelezatannya. Meskipun  ada juga menu lainya, tapi  masih seputar menu dari Madura.

Beberapa menu yang disajikan oleh Bebek Kacong adalah bebek bakar dan goreng, ayam bakar dan goreng, paket tritan untuk lima orang, paket keroyokan untuk 10 orang atau lebih. Paket keroyokan ini yang seru karena bisa  dinikmati secara bersama untuk menambah keakraban.

Masalah harga, jangan khawatir, Bebek Kacong terkenal ramah dikantong. Satu porsi bebek bakar cukup merogoh kantong sebesar Rp. 17.000 sudah lengkap dengan satu porsi nasi, sambal dan lalapan, bumbu serundeng, bebek panggang ataupun goreng, ditambah minuman hangat atau dingin tinggal pilih. Paket tritan atau teman dalam bahasa Indonesia, dibandrol Rp. 120.000 untuk lima porsi. Paket nasi keroyokan ada dua macam, paket tempeh dan paket daun yang dibandrol Rp. 280.000 untuk 10 orang.

Seperti yang dituturkan ibu Lutfiyah selaku nara sumber sekaligus pemilik, Bebek Kacong yang awal berdirinya pada tahun 2012 sudah membuka 11 cabang di tiga kota, yaitu:  Surabaya, Sidoarjo, dan Malang. Gerai pusat Bebek Kacong berada di Ruko Amerta Residence Wonorejo Selatan Surabaya. Cabang Surabaya antara lain: Food Festival Pakuwon City, Food Court Maspion Square, Food court Giant Ekstra Rajawali. Cabang Sidoarjo antara lain: Food court Giant Ekstra Waru, Food court Giant Pondok Candra, dan sun city mall. Cabang Malang antara lain: Food Court Giant Sawojajar dan MOG. Gerai Bebek Kacong sangat nyaman dan cocok dipakai nongkrong karena letaknya dipinggir jalan raya dengan akses yang mudah dijangkau. Bebek Kacong juga berada di pusat perbelanjaan yang ramai sehingga cocok sebagai tempat istirahat dan mengisi perut sehabis berbelanja. Bagi yang malas untuk keluar rumah, tinggal pesan saja melalui layanan online pada jam 11 siang sampai jam 9 malam.

Bebek Kacong disajikan saat hangat,  jadi rasa cukup mantab untuk disantap. Pelayannya juga cukup cekatan, untuk  memastikan kita mendapatkan menu yang kita inginkan tanpa perlu menunggu  lama.

Satu lagi keunggulanya, beberapa kali Bebek Kacong  menggelar promo seperti: hari kemerdekaan RI, hari Pahlawan, bahkan anda yang berulang tahun juga bisa dapat diskon dengan menunjukkan kartu  identitas  yang masih berlaku.

Reportase oleh : Ahris Fuadatuz Zuhroh, Guru mapel  Prakarya SMP

 

Posted on Leave a comment

Saat Tulang Rusuk Menjadi Tulang Punggung

sumber foto: sehatnegeriku.dinkes.go.id

Di jaman sekarang tidak sulit kita temukan dimana wanita menjadi tulang punggung. Wanita bertanggung jawab dengan pekerjaan rumah juga mencari nafkah untuk kehidupan kesehariannya. Apakah ada yang salah. Entahlah hal ini akan sulit dijelaskan karena yang pasti pemandangan tulang rusuk menjadi tulang punggung ada dimana-mana.

Bahkan bukan hal baru. pengaruh perubahan kultur atau budaya sanggup merubah segalanya. kaum lelaki yang semestimya menjadi tulang punggung kini beralih fungsi berdiam diri di rumah bahkan untuk merawat anak-anaknya.

Andai mencari pekerjaan semudah wanita, tentu hal ini bisa kita hindari. Seperti kita ketahui dunia usaha lebih menyukai pekerja wanita dibanding lelaki dengan alasan, wanita lebih disiplin, dan yang paling penting UMR lebih rendah dari lelaki.

Untuk para wanita selayaknyalah tinggal dirumah, berikanlah kesempatan lelaki untuk berperan aktif.

Posted on Leave a comment

Rindu Ayah

ayah

Kata orang antara benci dan cinta beda tipis. Tapi bagaimana aku bisa membedakannya, masih sulit meskipun aku pernah mengalami keduanya.

Aku adalah Artya seorang anak kelas tujuh yang sangat menyukai seni lukis. Namaku adalah pemberian Ayah yang diambil dari kata art sehingga nama lengkapku sekarang adalah Artya Sudirja . Nama belakang adalah nama ayahku yang merupakan keturunan orang Jogya, sedangkan ibuku asli Surabaya.

Aku dulu berpikir bahwa ayahku adalah kekasihku. Aku belum paham secara pasti apa itu kekasih dan bagi anak kelas lima SD kekasih adalah orang yang selalu siap sedia saat kita membutuhkan. Nah itulah ayahku sepanjang yang kutahu saat itu ayah selalu ada saat kubutuhkan. Ayahlah yang merangkaikan bunga untuk dipakaikan di kepalaku, ayah pula yang mengajarkanku naik sepeda, ayah pula yang mengajariku ilmu bela diri agar aku tidak digoda oleh teman-temanku yang jail.

Aku masih ingat kenangan malam itu, betapa hancur hati ibuku saat Ayah berpamitan hendak meninggalkan kami, waktu itu usiaku hampi 11  tahun. Malam itu ayah pamit akan pergi dalam jangka waktu yang lama. Aku bilang aku ingin menemani, tapi ayah tidak mengijinkan kami serta. Saat kutanya ayah kemana, ayah hanya diam. Saat kutanya siapa yang akan melindungiku, ayah cuma menjawab singkat, Allah yang akan melindungiku.

Kulihat sorot mata ayah sangat yakin, seyakin saat aku mengalami kegagalan dan terjatuh dari sepedaku tapi ayah meyakinkanku aku akan segera bisa mengayu sepedaku sendiri.

“Ayah jangan pergi malam ini, kami membutuhkanmu Ayah.” Kataku mencoba merubah keputusan ayah.

“Ibu, tolong bilang Ayah. Jangan biarkan ayah pergi.” Kulihat ibu cuma menangis disudut ruangan tanpa mampu berbicara.

Kutahu ibu terluka, hingga tak mampu berbicara. Yang kutahu saat itu air matanya berlinang, namun tidak dapat berbuat banyak. Dengan terpaksa kami melepas kepergian ayah.

Itulah pertemuan terakhir dengan ayahku tercinta Arya Sudirja, seorang dokter spesialis bedah yang memilih mengabdikan dirinya pergi ke Syiriah yang terletak  dalam misi kemanusiaan.

Aku bangga padamu Ayah, meski aku sangat rindu, tapi aku ikhlas melepasmu kini. Ayahku… kekasih hatiku.